Pagi ini dia menangis, bercerita tentang persaingan hidup dalam dunia kerja.
Selasa, 02 Juli 2024
Selasa, 18 Juni 2024
Dalam suatu moment, kadangkala aku hadir dipemakamanya. berdoa dan mengirimkan hadiah suratulfatihah yang khusus untuknya. aku selalu mengingat disaat masa - masa kecilku yang penuh dengan kenangan bersama nya. hingga aku dewasapun kenangan itu selalu hadir dalam setiap ziarahku.
Ada banyak keresahan dalam hati, yang belum sempat aku ungkapkan. ada banyak rencana - rencana yang belum sempat terlaksana. ada perubahan - perubahan terbaru yang setelah kepergiannya begitu besar dan tidak dapat dikendalikan karena derasnya perubahan jaman.
Ayah, cucumu sekarang sudah pada besar, anak - anakmu sudah mengalami banyak perubahan semenjak kepergianmu. lingkungan sekitar rumah sukar dikendalikan, orang - orang yang tidak paham akan tata krama dan aturan menjajaki sesuka hatinya.
Ayah, ... seandainya kau masih ada. mungkin sikap sopan santu dan saling menghormati akan tetap terjaga, sipatmu yang keras tegak lurus akan terus tertanam dalam setiap harinya.
Rabu, 22 Desember 2021
Disaat subuh masih terasa gelap. Aku sudah rapih dan bergegas untuk berangkat kerja. Ada dua insan yang tak pernah luput dari hidupku, ada dua cahaya yang tak pernah redup dari bayangan gelapku.
Aku cium kening dan kedua belah pipi kanan kirinya, aku ulurkan tanganku untuk dimintakan ridlonya. "Dialah istriku!"
Aku susul dia dibalik pintu rumah, aku raih tanganya, aku mohon Do'a nya sambil mencium punggung tangan kanannya."Dialah ibuku!". Do'a kan aku ibu, ridlokan aku ibuku, agar selamat dalam tujuan.
.....
"Ah, Ternyata aku salah!", Dua cahaya saja tak cukup bagiku. Dalam diamnya dia, dalam senyumanya yang terpaut jarak, ada Do'a yang selalu bertaburan. Ada harapanya yang tak pernah pudar untuk anak-anak'Nya."Dialah Ibu Mertuaku!". Semoga Sehat selalu ibu Mertuaku. Do'a kami disini selalu menyertaimu.
Selamat hari ibu, 22 Desember 2021
Senin, 06 Desember 2021
Hari pertama.
Ditengah guyuran hujan deras, bus yang aku tumpangi segera masuk ke terminal leuwipanjang. Aku bergegas menyiapkan tasku yang lumayan besar, didalamnya sudah terdapat beberapa pakaian yang sudah aku siapkan dari rumah. Begitu juga beberapa peralatan kerjaku seperti laptop dan asesories lainnya. Semua kujadikan satu dalam tas besarku yang berwarna cokelat.
Yap, hari ini tepatnya 23 desember 2012 aku datang ke kota Bandung, bukan dalam rangka project kerja yang biasa aku lakukan di Jakarta dan beberapa kota di Indonesia. Dan ini juga bukan tugas kantor, tetapi melainkan ini adalah tugas Hati, Cinta, dan Perasaan. Cieee.. gubrak!.
Diluar guyuran hujan semakin lebat, aku sampai bingung harus turun atau tidak. karena bus sudah berhenti ditengah - tengah terminal. Beberapa sebagian orang ada yang sudah turun, akhirnya aku memutuskan untuk turun juga menepi dan berteduh dipinggir - pinggir ruko yang berjualan makanan ciri khas oleh - oleh kota Bandung. aku menatap kedepan ke arah dimana banyak mobil-mobil bus besar memasuki terminal itu.
"Hm, mau kemana ini aku?" Hatiku bertanya sendiri, sementara orang yang ingin aku temui aku sendiri masih belum pernah melihatnya secara langsung. Aku masih berdiri memandangi hujan yang semakin deras, kabut tebal putih menghalangi pandangan mataku, kulihat juga samar - samar lalu lalang orang-orang sedang berlarian mengihindari hujan.
"Aku telepon aja deh". buat mengabari kalau aku sudah sampai terminal. Dijaman itu belum ada aplikasi wa seperti sekarang ini, yang bisa video call. Jadi aku cukup telepon dan kirim sms saja kedia untuk mengabari dimana posisi aku berada. Cuaca dingin banget, padahal aku sudah pakai jaket tebal. Tapi emang sulit aku hindari, meskipun aku sudah berteduh tetap saja sepatu dan celana jeans aku sudah terlihat basah karena terciprat air hujan yang terbawa angin.
"Aku sudah sampai terminal ya"
"Kamu dimana? Tanya aku via telepon.
"Iya, tapi diluar sedang hujan lebat." Jawab dia yang terdengar agak sayup karena suara hujan yang begitu besar.
"Tunggu ya, nanti aku jemput. Jawab dia lagi singkat.
"Oke, jawab aku singkat juga.
Aku masih berdiri dipinggiran toko makanan, sementara jam saat itu sudah menunjukan pukul dua siang. Aku harap - harap cemas, karena antara yakin gak yakin seh, bahwa dia bakal jemput aku disini, atau dia sedang membohongi aku?. Sementara hujan di depan masih belum bisa diajak damai, karena bukan malah reda yang ada semakin siang menjelang sore hujan semakin lebat. Byuuurrrr deras dan berkabut, menghanyutkan perasaan resahku saat itu.
Pikiranku saat itu mulai bercabang seandainya dia tidak jemput aku mungkin aku akan mampir ketempat teman aku yang berada dibandung. Atau aku akan mencari penginapan atau hotel disekitaran kota bandung.
"Lama banget sih, datang gak ya dia?"Tanya aku sendiri yang mulai sedikit ragu. Tapi aku tetap berusaha meyakinkan diriku sendiri bahwa dia pasti akan datang. sambil mataku menatap kedepan mencari - cari siapa tau orang yang aku tunggu-tunggu sudah sampai.
**
Sebenarnya diterminal ini kalau tidak turun hujan kondisinya sangat ramai sekali apalagi semua bus jurusan dari berbagai kota masuk keterminal ini. Belum orang - orang yang berseliweran yang baru datang dan berpergian keluar kota. Belum para pengamen yang terdengar saling bersautan menyanyikan lagu-lagu balada. para pedagang asongan, para juru parkir yang suaranya berteriak memekikan telinga. Tapi saat ini semua menyingkir karena diterjang hujan yang sangat lebat, dan Semua orangpun meneduh menuju ke ketepi menghindari hujan.
Tidak beberapa lama kemudian, terlihat samar - samar dari kejauahan seorang perempuan mengendarai sepeda motor menembus derasnya hujan lengkap dengan helm dan jas hujanya.
"Eh, itu dia kali yah?" tanya aku sendiri.
"Hm bener gak yah?" Perempuan itu semakin mendekat ke arah pinggir lalu sepertinya dia juga sedang mencari - cari seseorang.
Dari balik helm nya, mata dia menangkap pandangan mataku. Dan akupun replek melakukan hal yang sama, mataku tertuju kewajahnya yang tertutup helm kaca warna putih bening.
"Heiii,.." dia menganggukkan kepalanya.
"Haii.. juga, jawab aku sambil melambaikan tangan.
"Iya, ini aku." jawab aku sambil meyakinkan kalau yang dia cari itu aku.
Pandangan kita sama-sama bertemu, dia langsung menghampiri aku dengan motornya yang basah kuyup. Begitu juga aku, kaki ini langsung melangkah mendekati dia seolah - olah seperti orang yang sudah pernah saling bertemu. Padahal ini adalah pertemuan pertama kita. tapi mungkin ini kali yang namanya jodoh, pandangan pertama sudah mulai terasa ada getaran - getaran seperti magnet. meskipun itu hanya dari sudut pandang dan perasaan aku saja. tidak tau dengan dia, apakah dia juga merasakan hal yang sama ketika pertama kali bertemu dengan aku.
Kalau aku boleh ceritakan sedikit, sebenarnya pertemuan ini adalah janji aku terhadap dia yang pada saat itu aku sedang ditugaskan untuk menyelesaikan pekerjaan di tanah Papua. Lewat telepon dia selalu memperhatikan aku, dia selalu memotivasi aku agar tetap semangat dalam kerja. Selalu diingetin agar tetap jaga kesehatan, jangan telat makan, dan tidak lupa juga dia selalu mengingatkan aku agar selalu banyak - banyak berdo'a. Meskipun itu hanya sebatas perhatian saja, tetapi itu sudah sangat membantu mempengaruhi mental dan psikologis aku saat itu. Singkat kata, dia selalu ada waktu buat aku. Meskipun itu hanya lewat jalur telepon. Dari sinilah rupanya aku semakin yakin terhadap dia, bahwa suatu saat nanti jika tugas pekerjaan aku sudah selesai, aku berjanji akan menemukan dia.
**
"Maaf ya bang, kelamaan jemputnya." Sapa dia dengan sambil tetap berada di atas motornya.
"Iya gpp dek", jawabku pendek.
"Yuk naik", jawab dia lagi sambil memutar balik motornya menuju arah pintu keluar terminal. Aku yang memang sudah sedari tadi menunggu di pinggiran toko itu bergegas langsung naik ke jok belakang motornya. Sampai tidak sempat berpikir untuk menawarkan apakah aku yang bawa motornya atau dia.
Hujan sore itu sedikit mulai mereda, aku yang sudah dibonceng dimotornya melesat keluar terminal di iringi dengan gerimis yang masih tersisa. Jalan besar yang tergenang air hujan terbelah menciprat ketika ban motor dia menghantam keras kubangan air. Aku yang dibonceng dibelakangnya berusaha menikmati suasana saat itu. diboncengi seorang wanita yang baru pertama kali bertemu, entah mau dibawa kemana aku. ditambah lagi aku tidak terlalu hapal dengan nama jalan dikota Bandung. Pokoknya aku percaya saja sama dia, Karena dia yang tau jalan.
**
"Oo iya, sampai disini akhirnya aku menginap disalah satu hotel di jalan lengkong. Gak tau nama hotelnya apa, aku lupa. Sementara dia tidur dirumah kakanya. Dan memang kebetulan sekali kedua kaka dia tinggal dikota Bandung.
Dan.. akhirnya aku tertidur pulas, sambil ditemani laptop yang lupa aku matikan. Karena saking capeknya, ditambah lagi tadi siang kehujanan.
**
Hari kedua.
....
Manakala hati menggeliat mengusik renungan
Mengulang kenangan saat cinta menemui cinta
Suara sang malam dan siang seakan berlagu
Dapat aku dengar rindumu memanggil namaku
Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian
Aku tak pernah pergi, selalu ada di hatimu
Kau tak pernah jauh, selalu ada di dalam hatiku
Sukmaku berteriak, menegaskan ku cinta padamu
Terima kasih pada maha cinta menyatukan kita.
......
Alunan soundtrack film Habibie & Ainun siang itu terdengar sangat romantis. Semua penonton di dalam bioskop seperti terhipnotis dengan kisah cinta haru biru antara Habibie & Ainun. Ada yang sedih, ada yang menangis karena terharu. Ada juga yang membahas tentang kisah - kisah B.J.Habibie sewaktu masih menjadi menristek (Menteri Negara Riset dan Teknologi) terutama para sepuh - sepuh yang hari itu ikut menonton juga saat pertama kali film Habibie & Ainun ditayangkan. Karena yang aku liat saat itu bukan hanya kalangan muda saja yang ikut nonton, tapi para pasangan suami istri, kakek - nenek, bahkan ada juga anak - anak kecil yang ikut nonton karena diajak orang tuanya. singkat kata film itu sangat booming pada masanya.
Sementara aku yang pada saat itu mendapat kursi di baris ke empat dari depan juga merasakan suasana yang sama, yaitu haru dan romantisnya film tersebut. Apalagi aku yang memang sedang merayakan pertemuan pertama kali antara aku dengan dia, itu rasanya berbunga - bunga banget. Aku tidak terlalu memperdulikan dengan orang - orang yang berada sekitar aku. kita berpegangan tangan dan dia menyenderkan kepalanya kebahuku sambil mata kita tetap fokus menonton dan menghayati jalan cerita film tersebut. saat itu indah banget, seolah - olah kita ngebayangin kalau yang berada dalam kisah film itu kita berdua. ah, pokoknya moment itu tak akan kulupakan sampai sekarang. makanya kadang aku suka mesem - mesem sendiri kalau ingat masa itu. karena terlalu manis dan berkesan saat itu. ya walaupun hanya sekedar nonton bareng tapi moment itu menjadikan cikal bakal hubungan aku dengan dia.
"Gimana dek menurut kamu filmnya bagus gak? tanya aku.
"Hm, bagus banget bang, jawab dia singkat.
"Menurut aku film itu sangat menginspirasi dalam menjalani hubungan. jawab dia sambil merapihkan kerudung nya.
"Iyah, bener" jawab aku menimpali.
"Mudah - mudahan hubungan kita bisa seperti kayak film Habibie dan Ainun ya bang" komen dia lagi.
"Iyah dek, insya Alloh", jawab aku sambil nunggu antrian keluar bioskop.
Lampu didalam bioskop sudah dihidupkan. Itu tandanya filmnya sudah habis. Semua penonton bersiap membubarkan diri, menuju satu titik yaitu pintu keluar. Sementara Aku masih duduk manis dengan dia, karena antriannya lumayan panjang. Maklum film baru tayang jadi banyak banget yang nonton. Ya sebenarnya sih bisa aja aku dan dia keluar lebih dulu. Karena jarak pintu dari tempat aku duduk tidak terlalu jauh. Yaa tapi kalian maklumlah namanya juga orang lagi baru pertama kali bertemu. Jadi sengaja mengulur waktu. Agar bisa lebih lama - lama lagi berduanya. (Modussss).
Tidak berapa lama kemudian aku berdua keluar dari bioskop. Seperti orang kebanyakan biasanya selepas nonton para pasangan muda maupun tua, suka pergi ke toilet. Begitu juga aku, walau hanya sekedar cuci muka, cuci tangan atau membuang bensin yang full itu sudah cukup membuat wajah fresh kembali. Apalagi didalam bioskop hampir satu jam lebih dengan ac yang dingin membuat badan kurang nyaman.
"Dek, aku ke toilet dulu ya sebentar". Pinta aku.
"Iya bang". Jawab dia singkat.
"Aku juga sama, ingin ke toilet". Sahutnya lagi.
"Ya sudah, nanti kita bertemu disini lagi ya". Jawab aku sambil pergi ngeloyor menuju pintu toilet. Begitu juga dia.
**
Selepas itu aku memutuskan untuk mencari makan. Karena perut mulai berasa keroncongan. Saat itu Trans Studio Mall bandung (TSM) sedang booming banget, aku dan dia menuju ke bagian food & Beverages disana banyak banget kuliner yang bisa aku pesan. Dan aku memesan menu - menu standar yang biasa aku makan, begitu juga dia. Sambil makan aku ngbrol panjang lebar. Mulai dari bahas tentang film yang tadi kita tonton, sampai masalah kerjaan dan kehidupan kita masing - masing. Singkatnya pertemuan itu aku jadikan moment yang baik untuk saling bercerita. Kalau boleh Jujur sebenarnya antara aku dah dia sudah lama kenal, cuma memang belum pernah bertemu. Tapi ya begitu komunikasi kita pasang surut kadang kalau lagi sering ya kita sering banget telepon - teleponan. Tapi kalau lagi lupa ya kadang suka los berbulan bulan. Makanya setelah kita bertemu seperti ini kita sama - sama kayak semacam penasaran satu sama lain. Jadi aku gak nyangka aja akhirnya kita bisa bertemu disini dikota ini kota penuh kenangan yaitu kota Bandung.
**
kekuatan jiwalah yang dapat menjatukan asa,
suatu saat jika kita bersama, itulah cinta terakhirku.
hanya kepadamu..
Senin, 12 Februari 2018
Sekarang sudah besar, dan semakin pintar.
Billal.
Tingkah lakumu, obat mujarab di sela rasa lelah melandaku.
Billal.
Ada papah yang selalu mejaga dan mendoakanmu, selain mamah.
Billal.
Semoga menjadi anak yang baik, dan berguna untuk nusa dan bangsa. Juga untuk kedua orang tuamu.
Aamiin.
Umi ( ibu ) semoga sehat selalu, dan semoga seperti itu. Amin.
Sabtu, 21 Mei 2016
Minggu, 22 November 2015
Otak ini terus berpikir,
Bagaimana caranya agar kasih sayang ini terus mengalir, seperti aliran darah di tubuh ini.
Mereka tidak akan pernah tau, apa yg aku risaukan pagi siang dan malam. Yang mereka tau, aku harus tetap tersenyum dalam suka maupun duka, itulah yg harus aku lakukan, demi anak dan istri tercinta...
Selamat tidur sayang... mimpilah yg indah, aku akan selalu menjagamu didalam lelapnya tidurmu.
Hm, jadi tawa - sendiri aku waktu baca - baca tulisan aku yg sudah lama aku gak lihat. " ternyata yah, banyak juga kenangan kenangan masa lalu yg aku alamin, dan langsung aku post ke blog ini.
Makanya pas lihat dan baca2, langsung aku nulis catatan ini. Semangat lagi rasanya pengen nuangin ide2, cerita2 sehari hariku yang tentunya sudah sangat jauh berbeda.
Sekarang alhamdulilah aku sudah berkeluarga, punya istri, anak dan punya kampung buat mudik yaitu di tasikmalaya, kampunya istri. Sayang banget aku jarang nulis neh, padahal banyak banget moment, kenangan dan cerita cinta bersama keluarga yg tidak sempat aku torehkan di blog ini.
Tapi alhamdulilah, kini aku sudah eling lagi dengan blogku ini. Dan mudah - mudahan mulai hari dan seterusnya aku bisa menyempatkan diri untuk ngeblog lagi. Okey... semangat ngeblog lagi sob!
Rabu, 01 Januari 2014
sekali lagi selamat tahun baru, buat istriku, keluargaku, sahabat - sahabatku dan seluruh umat muslim dipenjuru dunia, semoga ditahun baru 2014 ini hidup kita menjadi lebih baik. amin.
Senin, 26 Agustus 2013
Jumat, 12 Juli 2013
agar aku bisa sedikit lebih tenang, dan bisa mengimbangimu.
Minggu, 17 Maret 2013
Jumat, 01 Maret 2013
gemetar dan seakan tak percaya.
tapi itulah kenyataan.
Minggu, 17 Februari 2013
Jumat, 08 Februari 2013
Minggu, 06 Januari 2013
"terbuat dari apakah aku?" yang tak pernah bisa memahami isi hatinya?
Senin, 24 Desember 2012
kekuatan jiwalah yang dapat menjatukan asa,
suatu saat jika kita bersama, itulah cinta terakhirku.
hanya kepadamu..
Minggu, 18 November 2012
terbang bagaikan burung.
Tak mudah menjejakan cinta..
Sabtu, 06 Oktober 2012
Aku tau kau pasti merindukanku.Aku tau kau pasti bertanya tanya selalu dalam hatimu,
kenapa aku berubah?
kenapa aku tak ada kabar?
apa salahku? pikir hatimu.
apa dosaku? jerit batinmu.
Sesulit inikah cinta?
Apa aku tak pantas mencintaimu?
Kau begitu hebat, kau begitu kuat, sehingga melumpuhkan hatiku.
Jika cinta, kenapa tak ada kabar?
Jika rindu, kenapa tak bercerita?
................
